Ternyata kunci ampuhnya dimiliki oleh penduduk lokal sebuah desa kuno di Tiongkok, Huangluo.
Sebagian besar wanita etnis Yao di desa yang berada di dalam wilayah Guangxi ini mempunyai rambut yang sangat panjang, berkilau dan jarang beruban.
Melansir dari Al Jazeera, Area yang akhirnya dijuluki ‘Long Hair Village’ atau desa para orang berambut panjang ini dipenuhi dengan penduduk wanita yang panjang rambutnya melebihi 1,4 meter.
Keunikan ini tentunya menyedot perhatian masyarakat dunia hingga Guiness Book of Records pun sempat menobatkan desa ini sebagai lokasi dengan para wanita berambut terpanjang di dunia.
Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam Daily Health Post, air bekas memasak nasi tersebut mengandung antioksidan, mineral dan Vitamin E yang mampu meningkatkan elastisitas dan kondisi rambut sehat.
Selain itu air beras juga kaya akan inositol, salah satu kandungan dari karbohidrat yang mampu melindungi rambut dari kerusakan dan memperbaiki kerusakan yang sudah ada.
Terlebih, kandungan amino acid dal am air beras berperan sebagai penguat akar rambut dan pemulus bagian luar rambut sehingga kelihatan bersinar.
Ini merupakan hal simbolik yang sudah mendarah daging dalam kultur di Desa Huanglo. Rambut panjang merupakan hal yang paling berharga bagi mereka karena dianggap membawa keberuntungan, umur panjang, kemakmuran dan kekayaan.